Wednesday, May 4, 2011

Durratun Nashihin

Kitab "Durratun Nashihin" menghimpun mutiara nasihat, peringatan, kisah-kisah menarik dan penjelasan hukum, serta permasalahan yang meliputi duniawi dan ukhrawi, yang bertolak dari sumber aslinya (yakni Al Qur'an, Al Hadits, Ijma' Ulama dan Qiyas).

"Durratun Nashihin" bermakna "mutiara para juru nasihat", dimana dalam Pendahuluan, penulis kitab ini yang bernama Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khaubawi antara lain berkata: "Aku adalah seorang hamba yang haus akan rahmat Allah swt, menetap di sebuah kota bernama Konstantinopel, berharap semoga Allah swt selalu melindungi negeri kami dan negeri-negeri lainnya dari segala bencana dan bahaya. Ameen. Kitab ini sudah lama dikaji, dipelajari dan dijadikan literatur di Pondok Pesantren, Perguruan Islam bahkan dewasa ini masyarakat sekeliling pun mulai tertarik untuk membaca dan mempelajarinya.

"Durratun Nashihin" terbagi dalam beberapa Pengajian yang terdiri atas Fadlilah-Fadlilah (contohnya Fadlilah Solat Berjamaah, Fadlilah Birrul Walidain, Fadlilah Berzikir dsb) yang didasari ayat-ayat Al Qur'an, Haditsnya serta dilengkapi dengan pendapat para ulama dan kisah-kisah yang relevan dengan setiap perbahasan.

Fadlilah Birrul Walidain

Al Qur'anul Karim - Surat An Nisa ayat 36, berbunyi : "Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa dan kaum kerabat dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan jiran tetangga yang dekat dan jiran tetangga yang jauh dan rakan sejawat dan orang musafir yang terlantar dan juga hamba yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri".
Menurut para ulama dalam "Tanbihul Ghafilin" ada 10 hak ibubapa yang wajib dilakukan oleh seorang anak, yaitu:

1. Memberi makan, jika mereka memerlukannya. 
2. Memberi layanan, bila dimintanya. 
3. Memenuhi panggilannya. 
4. Mentaati perintahnya, kecuali disuruh maksiat. 
5. Berbicara dengan lemah lembut dan tidak menyakitkan hati. 
6. Memberi pakaian sesuai kemampuan. 
7. Berjalan dibelakangnya, tidak tergesa-gesa dengan mendahuluinya. 
8. Mencari keridhaan hatinya. 
9. Menghindari hal-hal yang dibencinya. 
10.Memohonkan ampun bagi keduanya, ketika berdo'a.

Dari Abu Hurairah ra. Nabi Muhammad saw. bersabda:
"Ketika anak Adam sudah meninggal dunia, maka terhentilah pahala amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu: Sedekah jariah, do'a anak soleh untuk kedua orang-tuanya dan ilmu yang bermanfaat yang ditinggalkannya sesudah meninggal dunia."

Selanjutnya dalam Surat Luqman ayat 14, Allah swt. berfirman: "Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan)". 

H i k a y a h : Pada suatu waktu Nabi Sulaiman bepergian menjelajah kawasan antara langit dan bumi, hingga tiba dilaut yang besar ombaknya. Kemudian ia perintahkan pada angin supaya berhenti berhembus. Dan kepada jin ifrit ia perintahkan agar menyelam kedalam laut. Maka didasar samudera dilihatnya sebuah kubah mutiara-putih yang rapat tidak berlubang. Kemudian dibawanya keatas permukaan air, dan diserahkan kehadapan raja Sulaiman as. Maka dengan do'anya terbukalah pintu kubah itu. Didalamnya terdapat seorang pemuda yang sedang bersujud. Ketika ditanya Nabi Sulaiman as.: "Siapakah kamu, dari jenis malaikat, jin atau manusia?" Jawabnya: "Aku dari jenis manusia". "Lalu amal apakah yang mengangkatmu setinggi ini?" Jawabnya: "Dengan berbakti kepada kedua orang-tua. Disaat lanjut usia, ibu kugendong diatas punggungku, dan disaat itulah terdengar do'a ibuku: "Ya Allah, berikanlah sifat qana'ah (berasa cukup dengan apa yg ada) kepada anakku ini, dan berikan pula tempat untuknya nanti sepeninggalku, bukan di bumi dan bukan pula di langit." (Majma' Latha-if)

2 comments:

  1. subhanallah..hebat sungguh entry nie, tak temampu utk memahami dgn sekali membaca..smoga diteruskn entry sebegini..cuma saya ada 1 soalan, maybe nta boley buzz ana di YM, krana soalan nie agk kontroversial..syukran! keep it up!

    ReplyDelete